Posted by: eddlewiche on: April 3, 2010
Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan.
Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih?
Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi?
Ataukah Bumi akan Selamat?
Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.
Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.
tp gpp dink,, yg penting bLog ini apdet…
igghhh, Hari… suka-suka yang punya blog dunk, maunya nulis apa yg disuka.
Dy diminta Hari ikutan kuis bundo yah? soale dia salah ngejawab. ha ha haaa..
salam kenal buat Dy yang manis
kaya kejadian di film 2012 donk
Bagaimanapun dan apapun nyang dilakukan manusiwa untuk meloloskan diri dari kerusakan bumi nyang sumangkin rusak ini tidak akan pernah bisa mbak, karena bumi termasuk sumber daya nyang tidak bisa diperbaharui. Ya nggak?
Kejadian demi kejadian sudah menunjukkan ke arah kerusakan kak, dan tidak bisa dipungkiri ini adalah sunatulloh.
Kayaknya sulit bagi manusia untuk meloloskan diri pada situasi bumi sudah semakin rusak mbak.
migrasi ke planet saia saja
Agar bumi berumur panjang mari kita menjaganya bersama-sama..
Bumi udah kebanyakan isi. Salam
Semoga aku udah nggak ada pada saat itu.. kayaknya mengerikan
salam kenal
April 3, 2010 at 3:46 am
ih, kok bukan hasiL pemikiran sendiri?
kapan bisa posting hasiL sendiri?